Kamis, 13 September 2012

Senandung rinduku pada Sang Pencipta


tuhan, dibalik tirai-tirai semu itu
aku merasakan jejakmu hadir kembali padaku
dinding-dinding yang begitu tebal tertutup kabut
menyemak di perantara hatiku

dulu aku buta, dulu aku tak tau malu, dan aku selalu membuatmu cemburu padaku, aku tak pernah bermaksud untuk membuatmu murka Ya Rabb, sungguh tak bermaksud!
apakah diriku ini masih pantas menjadi perindu surgamu??
masih pantas mendampingi seorang anak adam yang berperang di jalanmu??
apa masih pantas??
aku malu pada diriku sendiri,
malu ketika aku dulu seenaknya saja membuka auratku didepan umum
malu karna tak pernah memikirkanmu dikala nikmat menyantunku
malu karna niatku dulu shalat hanya untuk orang yang tak berkuasa sepertimu
malu karna kulit yang belum halal ini dulu sering bersentuhan kepada yang bukan mukhrimku
malu karena aku sering mengeluh atas setiap masalah yang menghampiriku, padahal aku tau terselip sejuta nikmat yang kau rencanakan untukku, aku malu padamu Ya Rabb..
cintamu tak pernah terbalas, tetapi kenapa aku sering melupakanmu, aku sering mengabaikan apa yang menjadi kewajibanku dan menghalakan apa yang menjadi haramku!

dan dulu aku juga sering membuatmu cemburu padaku
cemburu karna kecintaanmu kuaduduakan dengannya yang tak sebanding denganmu
cemburu karna aku lebih sering mengingat yang haram untukku daripada mengingatmu Ya Rabb
cemburu atas pandangan yang tak halal bagiku
sungguh, mata dan hatiku buta hanya akan kenikmatan dunia semata
padahal kau telah menyediakan tempat yang sempurna, tempat yang tak akan ada lagi kemaksiatan didalamnya, hanya orang-orang yang memiliki iman yang tangguh yang kau letakkan disana, tetapi apa aku masih berhak mendapatkan itu??

aku bagai seorang nahkoda yang tak tau arah pelabuhanku
bagai sebuah kompas yang arahnya tak terbaca dan tak jelas
bagai sekeranjang buah yang tertindih dengan kemaksiatan
kehadiranku tanpa ada sinar dan cahaya
hanya kegelapan yang bersanding denganku

namun, kau belum menyerah Ya Rabb
setitik cahaya itu membawaku melayang
melabuhkan kepak-kepak pengharapan
hanya kegelapan yang terbayang
memperlihatkan kenyataan adzab kepedihan

sungguh, kau Dzat yang MahaKuat
tangis dan sesalku sudah tak ada arti atas kesalahanku di masa lalu
aku memutar arah hidupku yang buta ke arah yang lebih nyata
menuju persemaian cinta yang bertahta

semoga kau menghalalkan jodoh yang hebat untukku Ya Allah
yang kau ridhai untuk kebahagiaan dunia dan akhiratku kelak
aku akan berusaha mengubah kenyataan yang tak bertopang padamu itu
menuju ke jalan yang lebih engkau ridhai
semoga kau senantiasa membimbingku
membawaku menuju kilatan cinta yang suci
kearah syurga ilahi..


0 komentar:

Posting Komentar