Jumat, 06 Juli 2012

Hari itu adalah ketidaksengajaanku :(

0


 Hari itu, ketidaksengajaanku :(
  
Pagi itu hari senin yang biasa-biasa saja semua terjadi seperti seharusnya. Kebiasaan buruk yang selalu aku lakukan setiap pergi sekolah adalah datang terlambat. pak satpam yang sudah merasa bosan melihat wajahku yang sering kali ia lihat datang kesiangan.” kamu ini selalu saja datang terlambat” serunya kepadaku, aku hanya bisa melayangkan senyuman padanya.
 semua siswa yang terlambat pagi itu dibariskan di dekat gerbang sekolah sembari menunggu upacara selesai. Kejenuhan mulai terasa ketika semua siswa harus mendengarkan pidato pagi yang disampaikan oleh guru BK kepada kami, dengan aksen bataknya ia menyampaikan pidatonya , malu datang terlambat itulah inti dari pidatonya yang dapat aku simpulkan. Akhirnya kami semua dihukum untuk mengulang upacara pagi itu, dibawah terik matahari dengan hormat yang enggan aku lakukan seiring menyanyikan lagu indonesia raya, terpintas dipikiranku “bagaimana perjuangan pahlawan tempo dulu yang mati-matian memperjuangkan kemerdekaan indonesia, sedangkan generasi mudanya saja tidak bersyukur atas apa yang dilakukan pahlawannya dahulu”. Sungguh tragis bangsaku !!
setelah menjalani hukuman pagi itu, dengan langkah gontai ku melangkahkan kaki menuju kelas. Syukurlah ucapku dalam hati, guru bidang studi yang mengajar kimia jam pertama ini belum masuk, aku langsung duduk di kursiku sambil menunggu guru tersebut datang. Ku sandarkan bahu sejenak sambil melepas lelah. Tak lama kemudian telah tampak seorang guru yang sudah sangat ku kenal berjalan menuju kelas, “ ahh tak bisakah aku istirahat sebentar saja, pikirku”.
3 jam belajar kimia rasanya sangat lama, rasa kantuk pun mulai menyeringai padahal ini masih pagi.
pikiran ku kosong, rasanya sangat enggan memperhatikan guru menjelaskan ketika pelajaran kimia.
khayalanku mulai tak tentu arah, seandainya saja ada mesin waktu seperti yang sering aku lihat di film kartun, yang bisa membawaku kemana saja tanpa merasakan beban,  Ahh ada-ada saja mana mugkin hal seperti itu bisa terjadi di dunia nyata.
setelah 3 jam pertama usai, salah satu temanku mengajakku makan di kantin yang biasa kami datangi.
“makan yukk” ajaknya sambil menarik lenganku. “Ahh iyaa deh bentar” balasku kepadanya.
benar dugaanku, kantin ini selalu ramai dipadati oleh siswi-siswi sekolahku, jadi kami harus mengantri untuk dapat tempat. Setelah sepi dan ada meja yang kosong akhirnya kami pun bisa makan dan mengisi perut yang kosong dari pagi hari.
pelajaran hari senin ini memang membosankan ditambah lagi aku harus bertemu dengan pelajaran produktif yang gurunya menurutku aneh, entahlah aku merasa kurang nyambung jika tiap kali belajar dengannya.
tapi ya sudahlah, satu-satunya pelajaran favoritku hari ini adalah pelajaran jam terakhir yaitu bahasa inggris, ketika guru bahasa inggrisku datang atau yang biasa kami panggil dengan sebutan “mom”. Salah satu anak memberi aba-aba untuk mengucapkan salam. Kelas tampak sepi saat itu, beberapa kursi banyak yang kosong, mungkin ada yang belum selesai shalat atau ada yang sibuk di osis, atau bahkan lagi ‘mepet’ itu bahasa yang biasa diucapkan teman sekelasku :D
mom memerintahkan kami mengeluarkan buku catatan, karna ada materi yang akan dijelaskan selanjutnya. Ketika kursi dibagian depan masih terlihat kosong, aku berinisiatif pindah kedepan agar lebih jelas melihat tulisan di papan tulis. Hari pun semakin siang, tampak segerombolan anak-anak kelas lain yang membawa tas hendak pulang, inilah pantangan kelasku ketika melihat kelas lain pulang maka mereka juga ingin segera pulang, padahal waktu itu belum menunjukkan jam pulang sekolah.
mom pun mulai menjelaskan materi yang telah dicatat tadi, namun hanya beberapa anak yang memperhatikan, selebihnya sibuk melihat-lihat keluar jendela karna ingin cepat-cepat pulang.
beberapa celetukan dari teman-temanku mulai terdengar, “eh itu kenapa bawa-bawa tas, pulang yah” seru salah satu anak.. “eh mati lampu ya” sahut anak yang lain.. “bukannya udah pulang ya” siswa yang lain menyahut. Sahut-sahutan didalam kelas pun mulai riuh, akhirnya kelas semakin ribut.
tampak salah satu anak sibuk menggulung hordeng jendela agar tampak lebih jelas melihat kearah luar. Namun tampaknya mom masih sabar, ia hanya berkata “bisa tidak kalian diam” lalu melanjutkan penjelasannnya kembali..
namun tak beberapa lama kemudian, kelas menjadi ribut kembali,. Dan saat itulah sesuatu yang tak ku inginkan tejadi, lalu aku berkata “ woyy mati lampu yoo”.???
tiba-tiba kelas menjadi hening, senyap tak ada suara. Tak ada sahutan dan aku mulai cemas.
Mom yang tadinya sibuk menjelaskan membalikkan badannya tatapannya tajam mengarah padaku dan berkata “ kalau kalian mau mengusir saya jangan begini caranya saya bisa pergi sendiri, saya mengerti hari sudah semakin siang, saya hanya ingin menjelaskan sedikit saja, tapi kalian malah seperti ini” !!!
aku hanya bisa diam dan seakan-akan mulutku ini terasa bisu, entah apa yang telah kulakukan barusan, apa maksudku melakukan itu, aku tak mengerti.
wajah mom mulai tampak memerah, tampak setitik air matanya menetes. Ia diam tanpa suara dan akhirnya mengemas barang-barangnya lalu hendak pergi keluar kelas, dan tiba di ambang pintu yang hanya disanggah dengan sebuah sapu. Kemudian ia membanting sapu tersebut dan pegi keluar kelas.
spontan aku kaget, aku menyesal telah berkata seperti itu terhadapnya, aku juga tak tau landasan apa yang membuatku berkata seperti itu.
aku tak tahan dan akhirnya menangis mengingat kejadian tadi. Sungguh semua itu adalah ketidaksengajaanku
L